Senin, 10 April 2017

Penilaian Laboratorium dalam Pembelajaran Kimia



Pembelajaran kimia khususnya dan IPA pada umumnya merupakan pembelajaran yang mengembangkan ranah kognitif, afektif, sekaligus psikomotor secara simultan. Oleh karena itu rancangan pembelajaran kimia / IPA harus dapat memuat pengembangan ketiga ranah tersebut. Untuk mengembangkan ranah afektif dan psikomotor tidak cukup hanya mengandalkan pembelajaran di kelas, tetapi perlu ditunjang dengan pembelajaran di luar kelas, baik dalam bentuk aktivitas proyek maupun aktivitas terarah berupa praktikum maupun eksperimen.
Beberapa materi pelajaran kimia/IPA berupa prinsip-prinsip dasar yang memerlukan pemahaman melalui pengalaman dan pengamatan langsung dalam laboratorium. Oleh karena itu perlunya dilakukan penilaian kinerja laboratorim untuk mengetahui sejauh mana keterampilan dan pemahaman konsep siswa terhadap ilmu kimia yang langsung dipraktekkan di laboratorium

Terdapat 5 aspek yang dinilai, yaitu:
1. Teknik dasar kerja laboratorium
Berupa penggunaan alat, pemahaman sifat zat, pencucian dan pembuatan larutan, penanganan limbah, pemeliharaan alat dan bahan.
Dapat dinilai dengan cara observasi menggunakan skala beda semantik
contoh:
sangat kompeten                    tidak kompeten
3          2          1         0        1         2          3

2. Perhitungan
Dari data pengamatan dan laporan yang dikerjakan. Penilaian menggunakan skala sebagai berikut
          teliti                                  tidak teliti
3          2          1         0        1         2          3

3. Intrepretasi data
Data yang diperoleh harus akurat dan reliabilitas, oleh karena itu untuk memperolehnya dapat menggunakan berbagai alat ukur.
contoh pada penentuan sifat asam basa suatu zat dapat diuji dengan berbagai alat uji, misal indikator alami, kertas lakmus, indikator universal, pH meter.
Penilaian dengan menggunakan skala sebagai berikut
lengkap                                  tidak lengkap
3          2          1         0        1         2          3

4. Perakitan Alat
Dalam melakukan praktikum, siswa harus mampu merakit alat percobaan sehingga dapat digunakan dalam praktikum.
Penilaian menggunakan skala sebagai berikut
tepat                                      tidak tepat
3          2          1         0        1         2          3

5. Referensi Ilmiah
Setelah melakukan praktikum dan memperoleh data pengamatan, hasil percobaan dibahas dan dihubungkan dengan konsep yang mendukung data pengamatan. Diperlukan  beberapa referensi ilmiah dalam mengerjakan laporan praktikum.
Penilaian menggunakan skala sebagai berikut
relevan                                   tidak relevan
3          2          1         0        1         2          3

Studi Kasus Soal UN Kimia 2016



Pada soal UN kimia 2016 yang terdiri dari 40 soal pilihan ganda dengan pembagian sub materi ada 5 yaitu kimia dasar, kimia organik, kimia anorganik, kimia fisik, dan kimia analitik.

Terdapat beberapa soal yang miskonsepsi, yang artinya memberikan makna ganda atau salah penafsiran. Kesalahan-kesalahan dalam pemahaman konsep (miskonsepsi) kimia akan memberikan penyesatan lebih jauh jika tidak dilakukan pembenahan.

Berikut ini beberapa soal UN kimia 2016 yang miskonsepsi:

 


 Pada soal diatas terdapat miskonsepsi pada simbol lewis. Sebaiknya dalam penulisan simbol lewis dibedakan simbol untuk atom yang berbeda misal dengan simbol titik dan silang sehingga tidak terjadi miskonsepsi pada penentuan elektron valensi suatu atom.




 Pada soal diatas mengenai penentuan larutan elektrolit kuat, lemah dan non elektrolit dari tabel pengamatan. keterangan pada nomor 5 pada kolom lampu dituliskan menyala. Dalam hal ini, keterangan menyala tidak cukup tepat dalam menentukan larutan elektrolit kuat atau elektrolit lemah, untuk lebih jelasnya ditulis keterannga menyala terang atau menyala redup sehingga tidak terjadi miskonsepsi dalam penentuan larutan elektrolit kuat dan lemah.

Demikian beberapa soal UN kimia 2016 yang terdapat miskonsepsi.