Keterampilan proses sains dalam
pembelajaran kimia merupakan kemampuan siswa untuk
mengelola (memperoleh) yang didapat dalam kegiatan belajar mengajar kimia yang
memberikan kesempatan seluas-luasnya pada siswa untuk mengamati peristiwa atau
objek kimia, menggolongkan, menafsirkan, meramalkan, menerapkan, merencanakan
penelitian, mengkomunikasikan hasil perolehan dalam praktikum atau diskusi pada
pembelajaran kimia.
Keterampilan Proses Sains dalam
Pembelajaran kimia
• Mengamati
(observing)
• Menafsirkan
(interpreting)
• Meramalkan
(predicting)
• Menggunakan
konsep (using concepts)
• Merancang
penelitian (designing investigation)
• Mengkomunikansikan
(communicating)
Deskripsi keterampilan proses sains
dalam pembelajaran kimia
• Mengamati
Melakukuan
pengukuran data dengan menggunakan inderanya, termasuk kedalamnya mengenal
sifat objek, membandingkan secara kualitatif dan kuantitatif objek atau
peristiwa kimia, mendeskripsikan hasil suatu interaksi, menggunakan instrument
sebagai ekstensi dari indera.
• Menafsirkan
Menarik
kesimpulan tentative dari data yang tercatat, termasuk ke dalamnya menemukan
pola hubungan dari seperangkat data yang dikumpulkan; membedakan pernyataan
yang menunjukkan kesimpulan dari pernyataan yang hanya mendeskripsikan hasil
pengamatan; memilih data yang menunjang suatu kesimpulan
• Meramalkan
Memprediksi
berdasarkan interpolasi dan ekstrapolasi, memprediksi berdasarkan pola yang
berulang-ulang
• Menerapkan
Konsep
Menggunakan
generalisasi yang telah dipelajarinya pada situasi baru atau untuk menerangkan
kasus nyata dari peristiwa kimia yang diamatinya
• Merencanakan
Penelitian
Merancang
kegiatan penelitian yang dilakukan untuk menguji hipotesis, yang meliputi
pengenalan variabel-variabel: variabel penelitian, variabel control, variabel
bebas, variabel terikat; penentuan cara pengamatan dan pengukuran apa yang
perlu dilakukan;bagaimana menarik kesimpulan dari hasil pengamatan
• Mengkomunikasikan
Menyampaikan
gagasan atau temuan kepada orang lain secara lisan, laporan (verbal), maupun
pictorial (grafik, bagan, diagram, dsb)
RUBRIK
INSTRUMEN PENILAIAN KETERAMPILAN PROSES
PRAKTIKUM: Larutan
Elektrolit dan Non elektrolit
|
No
|
Aspek yang dinilai
|
Skor
|
Rubrik
|
|
1
|
Mengamati
|
4
|
-
Membedakan larutan elektrolit dan
nonelektrolit berdasarkan menyala atau tidak menyala lampu bila dihubungkan
dengan arus listrik
-
Membedakan larutan elektrolit dan
nonelektrolit berdasarkan ada atau tidak adanya gelembung
-
Membedakan larutan elektrolit kuat, lemah dan
nonelektrolit berdasarkan nilai derajat ionisasi yang ditunjukkan alat
konduktometer
-
Membedakan larutan elektrolit dan
nonelektrolit dengan membaca tabel data sifat fisik dan kimia larutan
|
|
3
|
Ada 3 aspek yang
terpenuhi
|
||
|
2
|
Ada
2 aspek yang terpenuhi
|
||
|
1
|
Ada 1 aspek yang
terpenuhi
|
||
|
2
|
Menafsirkan
|
4
|
-
Menghubungkan hasil –hasil pengamatan berupa
nyala lampu atau gelembung gas dengan teori yang relevan
-
Menghitung derajat ionisasi larutan elektrolit
kuat, elektrolit lemah dan non elektrolit
-
Menghitung nilai momen dipol suatu larutan
untuk membedakan larutan elektrolit dan nonelektrolit
-
Mengukur besarnya nilai konduktivitas suatu
larutan elektrolit atau nonelektrolit dengan menggunakan konduktometer
|
|
3
|
Ada 3 aspek yang
terpenuhi
|
||
|
2
|
Ada
2 aspek yang terpenuhi
|
||
|
1
|
Ada 1 aspek yang
terpenuhi
|
||
|
3
|
meramalkan
|
4
|
-
Meramalkan sifat larutan elektrolit kuat dan
elektrolit lemah berdasarkan besar kecilnya nilai konduktivitas, momen dipol,
dan derajat ionisasi
-
Membuat hipotesis suatu larutan non elektrolit
dapat berubah menjadi elektrolit bila ditambahkan suatu asam atau basa atau
garam
-
Meramalkan berapa kali tingkat penurunan
larutan elektrolit kuat berubah menjadi elektrolit lemah bilamana larutan
tersebut diencerkan beberapa kali
-
Menguji hipotesis sifat larutan nonelektrolit
dengan membandingkan nilai derajat ionisasi, momen dipol dan nilai
konduktivitas
|
|
3
|
Ada 3 aspek yang
terpenuhi
|
||
|
2
|
Ada
2 aspek yang terpenuhi
|
||
|
1
|
Ada 1 aspek yang
terpenuhi
|
||
|
4
|
Mengkonsep
|
4
|
-
Menghubungkan konsep dasar yang telah dimiliki
dengan hasil pengamatan
-
Mengelompokkan larutan elektrolit kuat,
elektrolit lemah dan nonelektrolit
-
Menjelaskan perbedaan larutan elektrolit kuat,
elektrolit lemah dan nonelektrolit dari data pengamatan
|
|
3
|
Ada 2 aspek yang
terpenuhi
|
||
|
2
|
Ada 1 aspek yang terpenuhi
|
||
|
1
|
Tidak ada aspek yang
terpenuhi
|
||
|
5
|
Merancang
penelitian
|
4
|
-
Menyusun alat praktikum dengan benar
-
Menentukan apa yang akan diamati
-
Melaksanakan percobaan sesuai prosedur kerja
|
|
3
|
Ada 2 aspek yang
terpenuhi
|
||
|
2
|
Ada
1 aspek yang terpenuhi
|
||
|
1
|
Tidak ada aspek yang
terpenuhi
|
||
|
6
|
mengkomunikasikan
|
4
|
-
Menyusun dan menyampaikan laporan secara
sistematis
-
Menjelaskan hasil pengamatan dengan baik
-
Mendiskusikan hasil percobaan dengan tepat dan
jelas
|
|
3
|
Ada 2 aspek yang
terpenuhi
|
||
|
2
|
Ada
1 aspek yang terpenuhi
|
||
|
1
|
Tidak ada aspek yang
terpenuhi
|