Minggu, 19 Maret 2017

KETERAMPILAN PROSES SAINS DALAM PEMBELAJARAN KIMIA



Keterampilan proses sains dalam pembelajaran kimia merupakan kemampuan siswa untuk mengelola (memperoleh) yang didapat dalam kegiatan belajar mengajar kimia yang memberikan kesempatan seluas-luasnya pada siswa untuk mengamati peristiwa atau objek kimia, menggolongkan, menafsirkan, meramalkan, menerapkan, merencanakan penelitian, mengkomunikasikan hasil perolehan dalam praktikum atau diskusi pada pembelajaran kimia.
Keterampilan Proses Sains dalam Pembelajaran kimia
      Mengamati (observing)
      Menafsirkan (interpreting)
      Meramalkan (predicting)
      Menggunakan konsep (using concepts)
      Merancang penelitian (designing investigation)
      Mengkomunikansikan (communicating)

Deskripsi keterampilan proses sains dalam pembelajaran kimia
      Mengamati
Melakukuan pengukuran data dengan menggunakan inderanya, termasuk kedalamnya mengenal sifat objek, membandingkan secara kualitatif dan kuantitatif objek atau peristiwa kimia, mendeskripsikan hasil suatu interaksi, menggunakan instrument sebagai ekstensi dari indera.
      Menafsirkan
Menarik kesimpulan tentative dari data yang tercatat, termasuk ke dalamnya menemukan pola hubungan dari seperangkat data yang dikumpulkan; membedakan pernyataan yang menunjukkan kesimpulan dari pernyataan yang hanya mendeskripsikan hasil pengamatan; memilih data yang menunjang suatu kesimpulan
      Meramalkan
Memprediksi berdasarkan interpolasi dan ekstrapolasi, memprediksi berdasarkan pola yang berulang-ulang
      Menerapkan Konsep
Menggunakan generalisasi yang telah dipelajarinya pada situasi baru atau untuk menerangkan kasus nyata dari peristiwa kimia yang diamatinya
      Merencanakan Penelitian
Merancang kegiatan penelitian yang dilakukan untuk menguji hipotesis, yang meliputi pengenalan variabel-variabel: variabel penelitian, variabel control, variabel bebas, variabel terikat; penentuan cara pengamatan dan pengukuran apa yang perlu dilakukan;bagaimana menarik kesimpulan dari hasil pengamatan
      Mengkomunikasikan
Menyampaikan gagasan atau temuan kepada orang lain secara lisan, laporan (verbal), maupun pictorial (grafik, bagan, diagram, dsb)


RUBRIK INSTRUMEN PENILAIAN KETERAMPILAN PROSES

PRAKTIKUM: Larutan Elektrolit dan Non elektrolit
No
Aspek  yang dinilai
Skor
Rubrik
1
Mengamati
4
-          Membedakan larutan elektrolit dan nonelektrolit berdasarkan menyala atau tidak menyala lampu bila dihubungkan dengan arus listrik
-          Membedakan larutan elektrolit dan nonelektrolit berdasarkan ada atau tidak adanya gelembung 
-          Membedakan larutan elektrolit kuat, lemah dan nonelektrolit berdasarkan nilai derajat ionisasi yang ditunjukkan alat konduktometer
-          Membedakan larutan elektrolit dan nonelektrolit dengan membaca tabel data sifat fisik dan kimia larutan
3
Ada 3 aspek yang terpenuhi
2
Ada 2 aspek yang terpenuhi
1
Ada 1 aspek yang terpenuhi
2
 
Menafsirkan
4
-          Menghubungkan hasil –hasil pengamatan berupa nyala lampu atau gelembung gas dengan teori yang relevan
-          Menghitung derajat ionisasi larutan elektrolit kuat, elektrolit lemah dan non elektrolit
-          Menghitung nilai momen dipol suatu larutan untuk membedakan larutan elektrolit dan nonelektrolit
-          Mengukur besarnya nilai konduktivitas suatu larutan elektrolit atau nonelektrolit dengan menggunakan konduktometer
3
Ada 3 aspek yang terpenuhi
2
Ada 2 aspek yang terpenuhi
1
Ada 1 aspek yang terpenuhi
3
meramalkan
4
-          Meramalkan sifat larutan elektrolit kuat dan elektrolit lemah berdasarkan besar kecilnya nilai konduktivitas, momen dipol, dan derajat ionisasi
-          Membuat hipotesis suatu larutan non elektrolit dapat berubah menjadi elektrolit bila ditambahkan suatu asam atau basa atau garam
-          Meramalkan berapa kali tingkat penurunan larutan elektrolit kuat berubah menjadi elektrolit lemah bilamana larutan tersebut diencerkan beberapa kali
-          Menguji hipotesis sifat larutan nonelektrolit dengan membandingkan nilai derajat ionisasi, momen dipol dan nilai konduktivitas
3
Ada 3 aspek yang terpenuhi
2
Ada 2 aspek yang terpenuhi
1
Ada 1 aspek yang terpenuhi
4
Mengkonsep
4
-          Menghubungkan konsep dasar yang telah dimiliki dengan hasil pengamatan
-          Mengelompokkan larutan elektrolit kuat, elektrolit lemah dan nonelektrolit
-          Menjelaskan perbedaan larutan elektrolit kuat, elektrolit lemah dan nonelektrolit dari data pengamatan
3
Ada 2 aspek yang terpenuhi
2
 Ada 1 aspek yang terpenuhi
1
Tidak ada aspek yang terpenuhi
5
Merancang penelitian
4
-          Menyusun alat praktikum dengan benar
-          Menentukan apa yang akan diamati
-          Melaksanakan percobaan sesuai prosedur kerja
3
Ada 2 aspek yang terpenuhi
2
Ada 1 aspek yang terpenuhi
1
Tidak ada aspek yang terpenuhi
6
mengkomunikasikan
4
-          Menyusun dan menyampaikan laporan secara sistematis
-          Menjelaskan hasil pengamatan dengan baik
-          Mendiskusikan hasil percobaan dengan tepat dan jelas
3
Ada 2 aspek yang terpenuhi
2
Ada 1 aspek yang terpenuhi
1
Tidak ada aspek yang terpenuhi

KETERAMPILAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI (Higher Order Thinking Skill) DALAM PEMBELAJARAN KIMIA



HOTS (Higher Order Thinking Skill)  adalah Kemampuan berpikir yang tidak sekadar mengingat (recall), menyatakan kembali (restate), atau merujuk tanpa melakukan pengolahan (recite)
·         Karakteristik HOTS
1.      Mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi, meminimalkan aspek ingatan atau pengetahuan. Ciri-ciri berpikir tingkat tinggi seperti menemukan, menganalisis, menciptakan metode baru, mereflksi, memprediksi, berargumen, mengambil keputusan yang tepat
2.      Berbasis permasalahan kontekstual;
3.      Menggunakan bentuk soal beragam;
·         Dimensi proses kognitif HOTS
Menganalisis dalam kimia
Menggunakan keterampilan yang telah dipelajarinya terhadap suatu informasi yang belum diketahuinya dalam mengelompokkan informasi, menentukan keterhubungan antara satu kelompok/informasi atau menguraikan suatu materi menjadi komponen-komponen yang lebih jelas.
Mengevaluasi dalam kimia
Kemampuan menilai suatu benda atau informasi berdasarkan suatu kriteria(menilai suatu ide, kreasi, cara, atau metode).
Mencipta atau menyusun konsep dalam kimia
Membuat sesuatu yang baru dari apa yang sudah ada sehingga hasil tersebut merupakan satu kesatuan utuh dan berbeda dari komponen yang digunakan untuk membentuknya

·      Keterampilan berpikir tingkat tinggi dalam kimia
Berfikir Kritis dalam kimia adalah berfikir yang memeriksa, menghubungkan, dan mengevaluasi semua aspek situasi atau masalah.  Termasuk di dalamnya mengumpulkan, mengorganisir, mengingat, dan menganalisa informasi.  Berfikir kritis termasuk kemampuan membaca dengan pemahaman dan mengidentifikasi materi yang dibutuhkan dan tidak dibutuhkan.  Kemampuan menarik kesimpulan yang benar dari data yang diberikan dan mampu menentukan ketidak-konsistenan dan pertentangan dalam sekelompok data merupakan bagian dari keterampilan berfikir kritis. 
Berfikir Kreatif kimia yang sifatnya orisinil dan reflektif.  Hasil dari keterampilan berfikir ini adalah sesuatu yang kompleks.  Kegiatan yang dilakukan di antaranya menyatukan ide, menciptakan ide baru, dan menentukan efektifitasnya.  Berfikir kreatif meliputi juga kemampuan menarik kesimpulan yang biasanya menelorkan hasil akhir yang baru.
Pemecahan masalah dalam kimia adalah berfikir yang memeriksa, menghubungkan, dan mengevaluasi semua aspek situasi atau masalah.  Termasuk di dalamnya mengumpulkan, mengorganisir, mengingat, dan menganalisa informasi.  Berfikir kritis termasuk kemampuan membaca dengan pemahaman dan mengidentifikasi materi yang dibutuhkan dan tidak dibutuhkan.  Kemampuan menarik kesimpulan yang benar dari data yang diberikan dan mampu menentukan ketidak-konsistenan dan pertentangan dalam sekelompok data merupakan bagian dari keterampilan berfikir kritis. 
Menyimpulkan konsep dalam kimia yang sifatnya orisinil dan reflektif.  Hasil dari keterampilan berfikir ini adalah sesuatu yang kompleks.  Kegiatan yang dilakukan di antaranya menyatukan ide, menciptakan ide baru, dan menentukan efektifitasnya.  Berfikir kreatif meliputi juga kemampuan menarik kesimpulan yang biasanya menelorkan hasil akhir yang baru.

Teknik Penulisan Butir HOTS dalam kimia
Ø  Perhatikan cakupan materi kimia yang diharuskan untuk tiap jenjang SMP atau SMA (kurikulum kimia).
Ø  Perhatikan beberapa kompetensi yang terkait dengan HOTS dan diturunkan menjadi indicator dan tujuan sesuai dengan karakteristik HOTS kimia.
Ø  Menggunakan hukum dasar kimia pengetahuan atau kemampuan dasar nya untuk menyesaikan permasalahan yang ada kaitannya dengan kimia.
Ø  Dianjurkan untuk menyediakan berbagai macam data kimia (kualitatif, tabel, grafik, hasil dari percobaan yang dilakukan, laporan, bahan bacaan, hasil observasi, dll) sebagai stimulus untuk menjawab soal-soal HOTS
Ø  Berbagai macam data kimia yang disediakan seharusnya memberikan informasi kepada siswa merujuk kepada hokum dasar kimia sehingga dapat diolah lebih lanjut
Ø  Menulis contoh soal HOTS tentang kimia