Pembelajaran
kimia khususnya dan IPA pada umumnya merupakan pembelajaran yang mengembangkan
ranah kognitif, afektif, sekaligus psikomotor secara simultan. Oleh karena itu
rancangan pembelajaran kimia / IPA harus dapat memuat pengembangan ketiga ranah
tersebut. Untuk mengembangkan ranah afektif dan psikomotor tidak cukup hanya
mengandalkan pembelajaran di kelas, tetapi perlu ditunjang dengan pembelajaran
di luar kelas, baik dalam bentuk aktivitas proyek maupun aktivitas terarah
berupa praktikum maupun eksperimen.
Beberapa materi pelajaran kimia/IPA berupa
prinsip-prinsip dasar yang memerlukan pemahaman melalui pengalaman dan
pengamatan langsung dalam laboratorium. Oleh karena itu perlunya dilakukan
penilaian kinerja laboratorim untuk mengetahui sejauh mana keterampilan dan
pemahaman konsep siswa terhadap ilmu kimia yang langsung dipraktekkan di
laboratorium
Terdapat 5 aspek yang dinilai, yaitu:
1. Teknik dasar kerja laboratorium
Berupa penggunaan alat, pemahaman sifat zat, pencucian dan pembuatan larutan, penanganan limbah, pemeliharaan alat dan bahan.
Dapat dinilai dengan cara observasi menggunakan skala beda semantik
contoh:
sangat kompeten tidak kompeten
3 2 1 0 1 2 3
2. Perhitungan
Dari data pengamatan dan laporan yang dikerjakan. Penilaian menggunakan skala sebagai berikut
teliti tidak teliti
3 2 1 0 1 2 3
3. Intrepretasi data
Data yang diperoleh harus akurat dan reliabilitas, oleh karena itu untuk memperolehnya dapat menggunakan berbagai alat ukur.
contoh pada penentuan sifat asam basa suatu zat dapat diuji dengan berbagai alat uji, misal indikator alami, kertas lakmus, indikator universal, pH meter.
Penilaian dengan menggunakan skala sebagai berikut
lengkap tidak lengkap
3 2 1 0 1 2 3
4. Perakitan Alat
Dalam melakukan praktikum, siswa harus mampu merakit alat percobaan sehingga dapat digunakan dalam praktikum.
Penilaian menggunakan skala sebagai berikut
tepat tidak tepat
3 2 1 0 1 2 3
5. Referensi Ilmiah
Setelah melakukan praktikum dan memperoleh data pengamatan, hasil percobaan dibahas dan dihubungkan dengan konsep yang mendukung data pengamatan. Diperlukan beberapa referensi ilmiah dalam mengerjakan laporan praktikum.
Penilaian menggunakan skala sebagai berikut
relevan tidak relevan
3 2 1 0 1 2 3
Pada tulisan dijelaskan penilaian laboratorium dalam pembelajaran kimia dapat menggunakan salah satunya skala beda semantik. Nah yg saya ingin tahu, bagaimanakah penilaian dg skala beda semantik dapat dikatakan efektif jika digunakan dalam penilaian laboratorium? Apakah ada penilaian dg skala lain yg mgkn lebih efektif dibandingkan dg skala beda semantik?
BalasHapusmenurut saya penilaian laboratorium dengan menggunakan skala beda semantik merupakaan cara efektif bagi guru untuk dapat menilai aktivitas siswa selama di laboratorium khususnya dengan jumlah siswa yang banyak melalui pengamatan langsung. tentu ada cara penilaian lain yang dapat dilakukan guru, misal dengan rubrik atau lembar penilaian tugas
BalasHapusBerarti skala beda semantik juga efektif jika diterapkan di seluruh pembelajaran yang menjurus ke praktikum
BalasHapusmenurut saya iya,, penilaian dengan skala beda semantik merupakan salah satu penilaian efektif yang dapat digunakan dalam melakukan penilaian untuk praktikum
BalasHapuslalu bagaimana dg kriterianya?? antara angkat 3-1
BalasHapusuntuk kriteria angka 3-1 mempunyai kategori sangat baik, baik dan kurang... misal untuk menilai teknik dasar kerja laboratorium,, jika siswa tersebut sangat kompeten dalam penanganan alat, pencucian dan pemeliharaan alat dengan meletakkan kembali ke tempat semula maka akan diberi nilai 3
BalasHapus