Penilaian Diri dalam Pembelajaran Kimia
Penilaian
diri adalah suatu teknik penilaian yang meminta peserta didik untuk
menilai dirinya sendiri berkaitan dengan status, proses, dan tingkat pencapaian
kompetensi yang dipelajarinya dalam mempelajari materi kimia. Teknik penilaian
diri dapat digunakan untuk mengukur kompetensi kognitif, afektif dan
psikomotor. Penilaian diri didefinisikan sebagai monitoring of one’s
own levels of knowledge, performance, abilities,
thinking, behaviour and/or strategy (Wilson and Wing Jan
1998;2). Kutipan di atas menunjukkan bahwa penilaian diri adalah kegiatan untuk
memonitor tingkat penampilan atau performansi, kemampuan, prilaku dan strategi
yang dilakukan oleh seseorang dalam menghadapi suatu tugas yang diberikan atau
dilakukan. Selain itu penilaian diri mencakup dapat tiga domain yaitu
pengetahuan, ketrampilan dan sikap.
Misalnya
setelah mempelajari materi asam basa, siswa menilai dirinya sendiri sejauh mana
konsep pemahaman materi asam basa yang dikuasainya. Siswa menganalisa kemampuan
dasar yang telah dimilikinya dan melakukan perbaikan terhadap konsep kimia yang
kurang dikuasainya.
Penilaian
diri oleh peserta didik di kelas perlu dilakukan melalui langkah-langkah
sebagai berikut:
1) Menentukan kompetensi atau aspek kemampuan yang
akan dinilai.
2) Menentukan kriteria penilaian yang akan digunakan.
3) Merumuskan format penilaian, dapat berupa pedoman
penskoran, daftar tanda cek, atau skala penilaian.
4) Meminta peserta didik untuk melakukan penilaian
diri.
5) Pendidik mengkaji sampel hasil penilaian secara
acak, untuk mendorong peserta didik supaya senantiasa melakukan penilaian diri
secara cermat dan objektif.
6) Menyampaikan umpan balik kepada peserta didik
berdasarkan hasil kajian terhadap sampel hasil penilaian yang diambil secara acak.
Teknik pengembangan Instrumen Penilaian diri Dalam Pembelajaran
1) Menentukan
kompetensi atau aspek kemampuan yang akan dinilai.
2) Menentukan
kriteria penilaian yang akan digunakan.
3) Merumuskan
format penilaian, dapat berupa pedoman penskoran, daftar tanda cek, atau skala
penilaian.
4) Meminta
peserta didik untuk melakukan penilaian diri.
5) Guru
mengkaji sampel hasil penilaian secara acak, untuk mendorong peserta didik
supaya senantiasa melakukan penilaian diri secara cermat dan objektif.
6)
Menyampaikan umpan balik kepada peserta didik berdasarkan hasil kajian terhadap
sampel hasil penilaian yang diambil secara acak
Refleksi Diri
proses melihat
kembali pengalaman belajar untuk mengidentifikasi apa yang telah
dipelajari, apa yang belum dikuasai (learningneeds)
serta rencana pengembangan diri selanjutnya berdasarkan learning needs yang
telah diidentifikasi dalam belajar kimia
Tujuan Refleksi
Diri
- menganalisis tingkat keberhasilan proses dan hasil belajar peserta didik; melakukan evaluasi diri terhadap proses belajar yang telah dilakukan;
- mengidentifikasi faktor-faktor penyebab kegagalan dan pendukung keberhasilan; merancang upaya optimalisasi proses dan hasil belajar;
- memperbaiki dan mengembangkan pembelajaran sesuai dengan mata pelajaran yang diampu
Tahap
melakukan refleksi diri oleh Siswa
1. Tentukan satu pengalaman belajar yang berharga/berarti/signifikan.
Misalnya siswa tertarik dengan materi asam basa oleh karena itu siswa
termotivasi untuk mempelajari
- Analisis pengalaman tersebut. Misalnya konsep asam basa yang telah dimilkinya dibuktikan melalui observasi langsung atau praktikum di laboratorium
- Usahakan untuk memasukkan bukti eksternal terhadap lessons learned yang telah ditentukan dalam proses refleksi diri. Misalnya siswa telah memahami sifat asam dan basa, maka siswa melakukan berbagai pengujian terhadap pembuktian sifat asam dan basa.
- Sertakan pula bukti dari pengalaman yang dijadikan titik mula proses refleksi diri.
Pada saat guru melaksanakan penilaian sikap (observasi, penilaian diri, penilaian teman se jawat dan jurnal guru), apa harus dilaksanakan semua untuk satu KD? Atau bagaimana??
BalasHapusuntuk penilaian diri maupun penilaian antar teman tidak harus dilakukan tiap KD, bisa dilkukan pada beberapa kali penilaian dalam 1 semester misal 2 kali penilaian, tergantung pada kebijakan guru,, lain halnya jika penilaian kognitif yang memang harus dilakukan untuk tiap KD melalui tes
BalasHapusBerarti secara tidak langsung penilaian diri bisa dilakukan dalam hal perwakilan salah satu materi pelajaran sudah cukup ya kak
BalasHapussemuanya kembali kepada guru yang bersangkutan.. apakah efektif dan efisien dalam melakukan penilaian diri untuk tiap KD,, jika guru tersebut mempunyai beban mengajar dan rombel yang banyak sehingga untuk melakukan penilaian diri tiap siswa tidak maksimal maka dapat dilakukan pada selang waktu tertentu dalam 1 semester
BalasHapuskalo menurut saya kan lebih efektif jika penilaian diri dan refleksi diri dilakukan setiap pembelajaran pada saat diakhir materi (materi selesai) dibandingkan dilakukan per semester.
BalasHapusoleh karena itu kembali lagi kepada kebijakan guru yang mengajar... jika efektif dilakukan untuk tiap KD maka akan lebih baik lagi
BalasHapus